{"id":853,"date":"2022-10-28T08:31:05","date_gmt":"2022-10-28T08:31:05","guid":{"rendered":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/?p=853"},"modified":"2023-08-22T14:05:09","modified_gmt":"2023-08-22T07:05:09","slug":"jamdatun-menjadi-pemateri-penyuluhan-hukum-di-medan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/2022\/10\/28\/jamdatun-menjadi-pemateri-penyuluhan-hukum-di-medan\/","title":{"rendered":"JAMDATUN MENJADI PEMATERI PENYULUHAN HUKUM DI MEDAN"},"content":{"rendered":"<p>MEDAN \u2013 Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI Feri Wibisono menjadi pemateri dalam kegiatan Penyuluhan Hukum dengan topik \u2018Mitigasi Risiko Hukum Pembuatan Kebijakan dan Peraturan\u2019 di Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (27\/10\/2022).<\/p>\n<p>Selain JAMDATUN, hadir juga Direktur Perdata Dr. Rudi Margono,SH,M.Hum, Kajati Sumut Idianto,SH,MH, Gubsu Edy Rahmayadi, Asdatun Dr Prima Idwan Mariza serta undangan lainnya.<\/p>\n<p>Dalam paparannya, JAMDATUN Feri Wibisono menyampaikan jenis risiko hukum, memiliki indikator masing-masing. Kemudian, perkara Perdata Kontrakuil yang prosesnya melalui peradilan perdata, arbitrase hingga ADR (Alternative Dispute Reslution) atau mediasi. <a href=\"https:\/\/wanderlustdesigners.com\/recover-deleted-all-files-app\/\">recover deleted all files app<\/a> <br \/>&#8220;Ada juga persoalan tindak pidana korupsi dengan indikator kesengajaan, melawan hukum, penyalahgunaan wewenang, serta menguntungkan diri sendiri,&#8221; katanya.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/312905142_1392020681323754_6479909298209680250_n-820x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-855\" width=\"410\" height=\"512\"\/><\/figure>\n<p>Lebih lanjut Feri Wibisono menyampaikan bagaimana kebijakan yang masuk kategori diskresi dengan sejumlah ukuran tertentu. Sebab biasanya, untuk menyelesaikan masalah yang timbul dalam keadaan genting dan memaksa, dan belum ada peraturan penyelesaiannya, bisa dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cHarus ada Conditio Sine Quo Non (teori ekuivalensi atau sebab akibat\/kausalitas) yang mendasarinya. Harus tetap selaras dengan maksud ditetapkan kewenangan atau sesuai dengan tujuan akhir. Dan dalam pelaksanaannya haruslah tindakan yang sesuai dengan hukum,\u201d tandas JAMDATIM yang dipandu moderator Afifi Lubis, mantan Sekdaprov Sumut.<\/p>\n<p>Asdatun Kejati Sumut Dr Prima Idwan Mariza juga menyampaikan materinya berjudul &#8220;Penyelesaian Aset Negara dan Risiko Hukum yang Dihadapi&#8221; adalah cikal bakal dibentuknya Pos Pelayanan Adhyaksa Corner di kantor Gubernur Sumatera Utara.<br \/>&#8220;Tujuannya adalah untuk percepatan dan memperlancar upaya penyelesaian\/pemulihan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pos ini juga untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum pada penyelenggaraan Pemerintah Provinsi Sumut dalam bidang Datun,&#8221; kata Prima Idwan Mariza.<br \/>Sementara Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, setiap kebijakan dan peraturan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, sudah seharusnya melalui proses dan mekanisme yang berlaku. Serta tetap berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat. <a href=\"http:\/\/www.mummybootcamp.ie\/how-do-i-recover-unsaved-excel-files\/\">how do i recover unsaved excel files<\/a> <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>MEDAN \u2013 Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI Feri Wibisono menjadi pemateri dalam kegiatan Penyuluhan Hukum dengan topik <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/2022\/10\/28\/jamdatun-menjadi-pemateri-penyuluhan-hukum-di-medan\/\" title=\"JAMDATUN MENJADI PEMATERI PENYULUHAN HUKUM DI MEDAN\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-853","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kegiatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=853"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2296,"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/853\/revisions\/2296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-belawan.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}